Anak adalah harta yang paling berharga bagi setiap orang tua. Setiap orang tua pasti akan langsung khawatir ketika anaknya sakit. Bahkan, ada pula orang tua yang bersedia merelakan diri sendiri menggantikan anaknya menanggung penderitaan. Tapi, ada pula orang tua yang karena kurang pengetahuan malah membuat anak sendiri sampai meninggal.

Keke adalah bayi perempuan yang baru saja lahir April lalu. Keke juga bayi yang lahir prematur, oleh sebab itu orang tua harusnya lebih memperhatikan kondisi bayinya. Sayang, kenyataannya tidak demikian. Nenek dari bayi ini setelah mengetahui kalau yang lahir adalah anak perempuan langsung pergi dan tidak membantu merawat anak dan cucu perempuannya ini.

Loading...

Sampai pada suatu ketika, saat usianya 6 bulan Keke mengalami panas tinggi. Ibunya bergegas ingin membawanya ke rumah sakit, tapi dihadang oleh neneknya. Menurut neneknya, pergi ke rumah sakit hanya membuang-buang uang. Anak panas adalah hal biasa dan tidak perlu panik, panas akan turun dengan sendirinya. Ibu Keke merasa apa yang dikatakan neneknya masuk diakal, apalagi neneknya lebih berpengalaman dalam mengurus anak. Saat itu, panas Keke sampai 39.5 derajat. Ibunya teringat kata-kata dokter untuk memberikan obat penurun panas, dan benar saja panasnya langsung turun. Keesokan harinya Keke juga lebih enerjik. Sejak saat itu, Ibunya selalu memberikan obat penurun panas tanpa memikirkan efek samping yang kemungkinan akan terjadi.

Setelah mengonsumsi obat penurun panas selama 4 hari berturut-turut, demam yang dialami Keke terus berubah-ubah. Ibunya pun berpikir kalau pada hari kelima setelah minum obat penurun panas, anaknya pasti akan sembuh, kalau masih demam juga masih keburu pergi periksa ke rumah sakit. Siapa sangka, ketika subuh wajah Keke sangat pucat, sulit bernafas, dan terus menangis. Ibunya merasa sangat khawatir dan langsung memanggil ambulans.

Sayangnya Tuhan berkehendak lain, saat ambulans baru saja sampai Keke ternyata sudah tak bernyawa. Menurut diagnosis dokter, Keke terkena penyakit kawasaki (penyakit yang menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh darah di seluruh tubuh). Dokter mengatakan kalau Keke telat mendapat penanganan medis. Pembuluh arteri sudah membengkak dan terjadi penyumbatan total di otak yang menyebabkan Keke meninggal mendadak.

Mendengar pernyataan dokter, ibunya merasa sangat terpukul dan sedih. Andai saja ia tidak merasa diri sendiri paling benar, dan tidak menuruti kata-kata ibunya, Keke pasti bisa mendapat perawatan medis lebih cepat. Keke baru saja datang ke dunia ini selama 6 bulan, dan sekarang telah pergi begitu saja… Namun, penyesalan tidak bisa membuat nyawa bayi mungil itu kembali hidup.

Maka dari itu, bagi semua orang tua di luar sana hendaknya mewaspadai penyakit Kawasaki dan jangan menganggap remeh jika anak demam. Penyakit Kawasaki pada anak dengan usia di bawah 5 tahun jika tidak segera diobati bisa menimbulkan komplikasi serius. Penyakit ini pada umumnya dimulai dengan gejala demam dan muncul bintik merah di badan. Jika muncul gejala seperti ini segera periksakan anak ke dokter. Jangan sampai anak mengalami nasib yang sama seperti Keke.

Berita Bersumber Dari : How