Anggapan bahwa kebiasaan mengisap puting bisa mengurangi risiko kanker payudara ternyata bukan sekadar mitos. Ahli kanker membeberkan sejumlah alasan kenapa kebiasaan tersebut bisa memberikan dampak positif.

“Perabaan atau diisap itu sebenarnya bagus untuk mengidentifikasi kanker payudara, bukan mitos itu sebetulnya,” kata dr Rachmawati, Sp.B(K), pakar kanker payudara, saat ditemui detikHealth, Selasa (25/09/2018).

Loading...

Ketika puting sering-sering diisap oleh pasangan, maka berbagai perubahan yang terjadi bisa lebih mudah teridentifikasi. Misalnya ada benjolan, atau keriput di permukaan payudara yang menyerupai kulit jeruk atau disebut peau d’orange. Keduanya merupakan gejala dini kanker payudara.

Alasan lain yang diungkap dr Rachma adalah faktor hormonal. Saat puting diisap, tubuh akan merangsang produksi hormon tertentu yang bisa meredakan stres. Dalam banyak kasus, stres merupakan salah satu faktor pencetus timbulnya kanker.

“Rangsangan stimulasi neurogenik alias sirkulasi darah menjadi tidak normal pada puting dapat menurunkan risiko kanker payudara, karena endorfinnya naik jadi menekan estrogen,” jelas dr Rachma.

Namun dr Rachma berpesan agar kebersihan selalu dijaga saat mengisap puting payudara. Jika kebersihan mulut tidak dijaga, maka bisa terjadi transfer kuman penyebab penyakit ke puting payudara.

“Nah itu yang menyebabkan infeksi sehingga bisa keluar cairan dari puting,” kata dr Rachma.

Memakan kenari diakui memberi tubuh asam lemak esensial omega-3, anti-oksidan, dan phytosterol, zat yang mengurangi resiko kanker payudara.

Hal itu menurut hasil satu studi yang dipaparkan pada Pertemuan Tahunan Ke-100 2009 Asosiasi untuk Riset Kanker Amerika.

Phytosterol (yang juga disebut plant sterol) merupakan sekelompok alkohol steroid, phytochemical alamiah yang terdapat pada tanaman.

Phytosterol berbentuk bubuk putih dengan aroma khas yang tak menyengat tidak larut di dalam air dan larut di dalam alkohol.

Zat tersebut memiliki banyak manfaat, misalnya sebagai bahan tambahan makanan guna menurunkan kadar kolesterol, serta pada obat dan kosmetika.

Elaine Hardman, pembantu profesor di bidang obat di “Marshall University School of Medicine”, mengatakan, meskipun studinya dilakukan pada hewan laboratorium dan bukan manusia, orang mesti memperhatikan saran agar makan lebih banyak kenari.

“Kenari lebih baik daripada kue, buah segar, atau keripik kentang ketika anda memerlukan kudapan,” kata Hardman.

Hardman dan rekannya mengkaji tikus yang diberi makan makanan yang mereka perkirakan sama dengan porsi manusia, dua ons kenari per hari. Satu kelompok terpisah tikus diberi makanan yang dipantau.

Pemeriksaan standard memperlihatkan konsumsi kenari secara mencolok menurunkan peristiwa tumor payudara, jumlah kelenjar tumor dan ukuran tumor.

“Tikus laboratorium ini secara khusus memiliki 100 persen peristiwa tumor dalam lima bulan; konsumsi kenari menghambat perkembangan tumor itu sampai setidaknya tiga pekan,” kata Hardman.

Analisis molekuler memperlihatkan, peningkatan konsumsi asam lemak omega-3 memberi sumbangan pada penurunan peristiwa tumor, tapi beberapa bagian lain kenari juga memberi sumbangan.

“Dengan campur-tangan makanan, anda menyaksikan banyak mekanisme ketika berurusan dengan seluruh makanan,” kata Hardman. “Jelas bahwa kenari memberi sumbangan bagi makanan sehat sehingga dapat mengurangi kanker payudara.”

Loading...